Jumat, Oktober 02, 2009

Cinderamata berupa kerajinan Pewter

Pulau Bangka yang sudah dikenal melalui hasil timahnya, sejak 10 tahun terakhir mulai melakukan diversifikasi produk antara lain kerajinan Pewter dengan kandungan timah tinggi. Di bawah pembinaan PT Timah dan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, kerajinan Pewter di Kabupaten Bangka Batat mengalami perkembangan yang cukup berarti. Pembuatan kerajinan Pewter dimulai dengan Proses Pemanasan bahan baku yang kemudian dicetak sesuai bentuk yang diinginkan. Setelah pencetakan selesai maka dilakukan Finishing dan Perapian/Penghalusan Produk. Untuk pembuatan kerajinan tertentu seperti kapal layar, miniatur maupun kaligrafi, dibutuhkan estetika seni dan ketelitian yang tinggi.

Promosi Hasil Kerajinan Pewter dari Kabupaten Bangka Barat sering dilakukan baik dari Pemda Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung maupun unit lainnya ke tingkat lokal dan nasional.

Usaha kerajinan pewter di Pangkalpinang masih kurang diminati. Padahal apabila dikembangkan secara serius usaha ini akan menjadi prospek usaha yang menjanjikan.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Investasi Pangkalpinang Anwar Effendi melalui Kabid Pembinaan Disperindagves Pangkalpinang Tarmidji mengatakan penyebab usaha pewter kurang diminati karena kemauan dari masyarakat yang kurang ditambah dengan sumber daya manusia (SDM) yang kurang.
“Untuk berkecimpung di sektor ini memang masih kurang banyak peminatnya, padahal prospek usaha ini sangat menjanjikan,” ujar Tarmidji kepada Bangka Pos Group, Sabtu (2/8).

Tarmidji menjelaskan usaha pewter di Pangkalpinang baru ada lima pengrajin. Sedangkan bila dibandingkan dengan jumlah penduduk dan luas Kota Pangkalpinang masih kecil.

“Selain di Pangkalpinang perajin usaha ini ada di Muntok Bangka Barat sebanyak dua orang dan Bangka Tengah sebanyak satu orang. Paling tidak khusus di Pangkalpinang ini ada satu sentra usaha kerajinan pewter yang jumlahnya kurang lebih ratusan orang,” papar Tarmidji.

Upaya yang dilakukan disperindagves untuk meningkatkan usaha ini dengan menggelar pelatihan. Dengan tujuan usaha ini lebih banyak diminati. “Waktu kita lakukan pelatihan baru-baru ini, dari undangan yang kita undang rata-rata hadir. Kita harapkan dari pelatihan ini ada perajin-perajin baru yang tertarik dengan usaha ini,” tutur Tarmidji.

Disamping itu, sebagai promosi usaha kerajinan Pangkalpinang di luar daerah, disperindagves juga mengikutsertakan diri ke berbagai even pameran pariwisata. Seperti baru-baru ini di PRJ Kemayoran Jakarta dan pameran wisata se-Sumatera di Batam, Agustus ini.

“Selain pewter yang kita tampilkan, ada usaha kerajinan lain seperti anyaman dari bambu, kopiah resam, pahat-pahatan dari kayu dan banyak lagi,” katanya.

Tarmidji menambahkan, untuk sementara belum ada souvenir unggulan. “Sekarang ini apa yang bisa kita kerjakan memiliki nilai karena persaingan usaha kerajinan ini sangat ketat di luar Pulau Jawa,” imbuhnya. Untuk penilaian bagus atau tidaknya souvenir Bangka lanjutnya, tergantung dengan konsumen. “Upaya kita bagaimana mengemas souvenir itu agar tampil menarik, seperti pewter diberi sentuhan warna emas,” tambahnya.


Sumber:http://cetak.bangkapos.com
http://www.bangkabaratkab.go.id

1 komentar:

indotopten mengatakan...

cenderamatanya seperti apa yah? jadi penasaran...
coba kalau ada fotonya :)